BERDO’A DALAM SEGALA KEADAAN, SUSAH MAUPUN SENANG

Pena Pengasuh


Tatkala tertimpa masalah yang berat atau dikala ingin meraih keinginan yang besar, biasanya seseorang berdo’a dengan khusuk bahkan sampai menangis. Sedangkan dikala senang, hidup serba berkecukupan, cita-cita sudah tercapai,  kemudian lupa berdo’a. Kalaupun berdo’a tidak khusuk seperti saat susah. 
Oleh karenanya Rasulullah SAW mengingatkan kita agar selalu berdo’a dalam segala keadaan, bahkan ditekankan untuk memperbanyak do’a di kala lapang atau senang agar do’anya dikabulkan di kala menghadapi kesulitan dan kesusahan. 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ الله صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثِرْ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ .)رواهالترمذي والحاكم‏‏ .صحيح‏(
Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin do’anya dikabulkan oleh Allah pada waktu kesulitan dan kesusahan, maka hendaknya dia memperbanyak do’a pada waktu lapang.”    (HR. Tirmidzi 3304 dan Al-Hakim 1/1997. Disahihkan oleh Al-Hakim Dalam Jam’ul Jawami 5148  dan  Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, II/593)

 

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

Maha suci Engkau Ya Allah, dan segala puji bagi-Mu.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau.

Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu

 

الفقيرالى رحمة الله
ACHMAD FADLI FAUZI

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ikuti kami