Belajar & Bermain di Jogja Bay

Mulai dari membatik sampai berenang, rekreasi Santri TKIT Miftahussalam Karanggeneng ke Wisata Air Jogja Bay.

Tahun ini untuk pertama kalinya santri TKIT Miftahussalam Karanggeneng (selanjutnya disebut sebagai santri TKIT) diajak bermain ke Wisata Air terbaru dan terbesar di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Utara Stadion, Maguwoharjo, Depok, Jenengan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda rekreasi yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Februari 2019 tersebut merupakan agenda yang rencananya akan diadakan setiap dua tahun sekali. Tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada santri TKIT berbagai macam wahana air, sampai mengenalkan ombak kepada santri TKIT seperti yang ada di pantai. Hal ini di dukung dengan adanya kolam ombak dan berbagai macam permainan air.

Meskipun santri TKIT sudah rutin berkunjung ke Kids Fun untuk berenang dan bermain air di sana, namun di Jogja Bay, santri TKIT bisa merasakan sensasi permainan air lebih banyak dan luas dengan pengawasan orang tua masing-masing.

Foto bersama sebelum ke Museum Air

Bukan hanya rekreasi dan berenang semata, namun sebelumnya santri TKIT dikenalkan bagaimana cara membatik dengan metode cap. Diawali dengan permainan ringan dan menari, selanjutnya santri TKIT diminta untuk duduk berkelompok dan mulai membatik. Hasil membatik dipersilahkan dibawa pulang sebagai oleh-oleh sehingga santri TKIT merasa bangga sekaligus senang dengan hasil karyanya sendiri. Bukan hanya itu, santri TKIT juga diajak masuk ke museum air untuk melihat Kebudayaan Jogja dan Selokan Mataram melalui sebuah video yang sudah disiapkan oleh pihak Jogja Bay, menyusuri hutan dan persawahan buatan, sistem aliran air dan hujan, mengenalkan bencana kekurangan air atau kekeringan, belajar mengenai air di laboratorium, dan mengenal alam bawah laut, berakhir di photo booth.

Setelah belajar di museum air, santri TKIT dipersilahkan untuk bermain air dengan pantauan orang tua masing-masing. Meskipun saat itu hari terasa terik di tengah hari, santri TKIT terlihat senang bermain air di wahana yang tersedia selama sekitar 2,5 jam mulai pukul 11.30-an.

Harapan Kepala TKIT Miftahussalam Karanggeneng mengenai kegiatan rekreasi ini adalah bisa lebih meningkat kerja sama antar guru dan orang tua. Selain itu diharapkan kegiatan ini bisa terlaksana setiap dua tahun sekali dengan kondisi yang lebih baik, mengingat tahun ini merupakan kali pertama berekreasi ke Jogja Bay.
“Anak-anak (santri TKIT) terlihat senang. Orang tuanya juga mendukung dan semangat mengikuti. Semoga bisa terlaksana rutin tiap dua tahun. Semoga kerja sama dengan orang tua juga meningkat, karena kegiatan seperti ini kami memerlukan dukungan dan kerja sama orang tua dalam memantau anak-anaknya. Semoga bisa terlaksana dengan lebih baik lagi, karena tahun ini kan pertama kali.” Kata Kepala TKIT Miftahussalam Karanggeneng sekaligus koordinator Kegiatan, Ibu Haryanti.

Kegiatan ini juga melibatkan santri mahasiswa Ponpes Miftahussalam Jogja (selanjutnya disebut santri mahasiswa), untuk mendukung dokumentasi kegiatan. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh dua santri mahassiswa yang diajak. Mereka terlihat antusias mendokumentasikan keceriaan dan tingkah santri TKIT. Tidak hanya itu, setelah santri TKIT selesai berenang dan siap untuk pulang, kesempatan untuk berenangpun tidak disia-siakan oleh salah satu santri mahasiswa.
“Mumpung kesini, sekalian main air, refreshing.” Kata Gus Royan sebelum berenang.

Selfie dulu di Laboratorium Air, Museum Air Jogja Bay, sebelum lanjut renang

Sayangnya salah satu santri mahasiswa tidak bisa ikut berenang karena kondisinya baru membaik dari sakit demam.
“Saya moto-moto aja, wong masih proses penyembuhan juga. Kalo saya ikutan renang ya nggak ada yang ndokumentasiin.” Kata Mas Azmi.

Oleh: AB
Narasumber: Ibu Haryanti, Kepala TKIT Miftahussalam Karanggeneng.

Editor: NurAzmiAB
14 Feb 2019

Kata Kunci: Jogja Bay, Waterboom, Museum, Kekeringan,Laboratorium, Miftahussalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *