Olah Raga Dadakan Pake Sarung

Sesi Naik Turun Tangga

“Ayo baris! Olah raga. Salah satu santri maju jadi pemimpin.” Kurang lebih seperti tiu satu instruksi pak Kyai setelah menunaikan sholat Subuh berjamaah. Sontak, para santri yang masih terlihat ngantuk kaget dan beberapa terlihat heran, karena tidak biasanya setelah sholat Subuh santri diminta baris.  Ada lagi, “Selanjutnya, lari-lari, naik turun tangga. …” kurang lebih seperti itu instruksi pak Kyai kepada para santri yang beberapa terlihat kecapean setelah melaksanakan instruksi pertama. Bagaimana ceritanya ko bisa gitu?

Membentuk kebiasaan memang sangat diperlukan. Berbagai cara dilakukan untuk memaksakan diri dalam membentuk kebiasaan yang baik. Kebiasaan bangun pagi di kala Subuhpun sudah umum dilakukan untuk membentuk santri sebagai pemburu waktu subuh. Bukan hanya itu, dilanjutkan kegiatan yang bermanfaat akan melatih para santri untuk menghindari tidur di waktu pagi.
Hari Kamis, 1 Maret 2018, menjadi pagi yang sedikit berbeda dengan hari kamis pagi biasanya. Pagi itu, seperti biasa santri dibangunkan pada waktu Subuh untuk menunaikan sholat Subuh berjamaah di Musholla Ponpes Miftahussalam Jogja. Diawali dengan kumandang azan oleh salah satu santri yang mendapat giliran azan, dilanjutkan sholawatan di antara Azan dan Iqomah, sampai berlanjut ke sholat Subuh berjamaah dilanjut zikir.
Sampai di sini tak ada yang berbeda, termasuk beberapa santri yang terlihat masih ngantuk-pun itu sudah biasa. Menjadi tidak biasa setelah pak Kyai meminta santri untuk berbaris dan berolah raga. Biasanya setelah sholat Subuh berjamaah dan berzikir, santri melakukan tadarus Al-Qur’an kemudian kegiatan bebas sesuai dengan kebutuhan masing-masing santri.
Namun, pagi itu sesuai permintaan pak Kyai, santri berolah raga ringan berupa penguluran. Harapannya, santri bisa membiasakan diri untuk melakukan aktifitas fisik pada pagi hari. Setelah penguluran selesai, dilanjutkan push-up sesuai kemampuan masing-masing santri. Ada yang hanya mampu kurang dari sepuluh hitungan, dan ada yang sampai 20 hitungan. Uniknya, sampai di sini beberapa santri sudah terlihat lemas dengan berbagai ekspresi. beberapa ada yang keliatan biasa aja.
Lanjut lari naik turun tangga, ini juga unik. meskipun hanya naik turun tangga, tapi berbagai ekspesi santri telihat. Ada yang bercanda, ada yang terlihat diam dan serius naik turun, ada yang mencoba mengabadikan momen unik, ada yang terlihat kecapean dan lain-lain.
Intinya, kegiatan pagi itu dilakukan agar santri sesekali melakukan olah raga maupun aktifitas fisik setelah melaksanakan sholat Subuh berjamaah. Diharapkan dengan adanya aktifitas seperti ini, bisa menyeimbangkan antara aktifitas gerak dan aktiftas diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *