BERDO’A TERUS MENERUS, JANGAN PUTUS ASA

Pena Pengasuh

Jangan berhenti berdo’a sekalipun merasa belum dikabulkan, karena hanya Allah SWT Yang Maha Tahu saat yang tepat do’a itu dikabulkan.  
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا اْلاِسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِيْ فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ  )رواه مسلم(
Dari Abu Haurairah r.a, bahwasanya Nabi SAW bersabda. Do’a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya: Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab: ” Dia berkata, Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa”. (HR. Muslim)

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ فِيْ الدُّعَاءِ، وَأَبْخَلُ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ )رواه الطبراني والحيثمي(

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, bersabda Rasulullah SAW: Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan doa dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam”. (HR. Thabrani dan Al-Haitsami.  Menurut Al-Mundzir Sanadnya Jayyid.  Dishahihkan Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601)


Kita perlu meniru Nabi Zakaria, sekalipun istrinya mandul dan usianya sudah tua. Tetapi tetap saja Beliau berdo’a meminta dikaruniai anak. Allah SWT mengabulkan do’anya, Nabi Zakaria dikaruniai seorang anak yang saleh, yaitu Nabi Yahya. firman Allah swt dalam Al Qur’an tentang do’a Nabi Zakaria:
رَبِّ إِنِّي وَهَنَ العَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُنْ بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيّاً * وَإِنِّي خِفْتُ المَوالِيَ مِنْ وَرائِي وَكانَتِ امْرَأَتِي عاقِراً فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيّاً * يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً
“Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku (=penerus urusan) sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridlai” (QS. Maryam : 4 – 6)

 

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

Maha suci Engkau Ya Allah, dan segala puji bagi-Mu.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau.

Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu

 

الفقيرالى رحمة الله
ACHMAD FADLI FAUZI
 I

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ikuti kami